Skip to content

Anapanasati (awareness of breathing)

May 4, 2009

A Buddhist monk explains the technique of anapana meditation. This technique works fine for me.🙂

Short explanation why observing your breath (and later on, your sensations) can help you to know yourself.

May all beings be happy.🙂

23 Comments leave one →
  1. May 5, 2009 10:03

    Hidup adalah satu tarikan nafas… sabda Budha
    .
    .
    adakah kamu sungguh mengADA dalam setiap tarikan nafasmu ?

    nice post Bro

  2. kangBoed permalink
    May 5, 2009 11:00

    Nafas adalah bukti dan saksinya Hidup saksi dekatnya kehadiran ALLAH dalam sang diri ini…. Dalam setiap tarikan Nafas kita sejatinya mengalirlah Nafas Sang Maha Pengasih dan Penyayaaang… dari satu tarikan nafas… jantung kita bekerja memompa daraaah keseluruh tubuh meliputi dari ujung kaki sampai ujung kepala mengalirkan semua yang diolah menjadi energi sehingga kita bisa bergerak…….

    “Sudahkah kita mensyukuri nikmat Allah yang pertama dan terutama dalam hiduuup ???… yayaya dalam setiap tarikan nafasmu terisi dengan pujian ucapan syukuuur… hmm…. Dalam duduk, berdiri, berjalan, tidur dan diam… Sungguh meliputi yaaa meliputi kehadiran kita disini… di panggung sandiwara ini..”

    Salam Sayang

  3. May 5, 2009 12:34

    Kirain mbak illuminationis ngupload video meditasinya diri sendiri, atau paling ndak foto diri pas meditasi, ternyata ngupload pendeta buddha.

    *tapi masih mending lah, ketimbang ndak sama sekali.*

    Eh, ini postingan sebenere ditujuken khusus buat saya sehubungan request via e-mail kemarin itu kan? Iya ‘kan? Baiknya…
    *modesuperGR=ON*

  4. May 5, 2009 13:42

    @ tomy & kang Boed
    heheheh… ya… sama-sama tahu🙂

    @ frozen
    kalo gitu yang kamu cari kultus bhakti, adanya di aliran Hindu. Cocoknya cari guru Hindu.

  5. May 5, 2009 15:36

    *sok teu mode on*

    Mbak, yang bener mesti deep breathing apa usual breathing (dari video 1) ….
    Adakah hubungan nafas ini dengan cosmic-ray atau cosmic energy?

    @frozen: cari di detik ke 0:08 (video 2) …

    Salam, God Bless Us

  6. May 5, 2009 20:17

    @ Lambang

    sampeyan liat aja latian olah napas macam Merpati Putih itu. ada napas kasar dan ada yg halus. menurut saya yg lebih ke arah spiritual itu yang halus penuh penghayatan. tapi mungkin saja saya keliru, bukan begitu mbake?😎

  7. kangBoed permalink
    May 7, 2009 06:03

    hmm… IM2nya lelet banget yaaaa… kemaren pas koment cuma tulisan doang yang nongol… eee tak pikir ci mBaak iseng… hehehe… gak tahunya ada filmnya kaya yang main film bersambung dulu yaaaa ??? hihihi… lirik atas.. hmm.. *guru besar MP*.. lirik atasnya lagi… huuuuwaaaaaaaaakaaakakak… jangan detil detil amat ooom… pusing nanti… santaaaai aja oom… yok kita santai… hmm.. gak jadi nyanyinya aaah… ci mbaak.. ma nyang di atas belum apa apa dah geol geol… aaaah… hihihi…
    Salam Sayang Semuanya

  8. May 8, 2009 15:51

    @ Lambang + Sitijenang
    waduh… saya ga belajar Merpati Putih jadi ga tahu gimana ajaran nafas di sana. Tapi teknik ini ga ada acara atur-atur nafas sih, diamati saja apa adanya, belajar jadi pengawas ala Jedi heheheh😎

    @ Kang Boed
    kok ga jadi sih nyanyinya Kang Boed, padahal saya penasaran denger desas-desus bahwa suara Kang Boed mantab abisss😀

  9. May 9, 2009 12:40

    ^
    *saya malah lebih penasaran sama empu blog ini malah*

    • May 9, 2009 14:50

      @ frozen😎

  10. May 9, 2009 16:28

    Saya jadi teringat sepenggal cerita dari satu lakon wayang berjudul Dewa Ruci. Betapa seorang Bima Sena berupaya mencari kesempurnaan hidup -kasampurnaning urip-. Dan untuk mendapatkannya, sang guru Resi Durna memeberikan arahan agar Bratasena mencari kayu gung susuhing angin (kayu besar sarangnya angin).

    Memang…, arahan tersebut lebih bersifat simbolik ketimbang harafiah.

    Kayu dalam bahasa jawa juga disebut kajeng. Kajeng berarti juga karep, karsa, kemauan, cita cita, intensi dan doa.

    Gung, adalah berasal dari kata Agung yang arinya besar, akbar, subhan, great.

    Susuhing Angin atau sarang angin dalam bahasa Indonesia, adalah bahasa spiritual dari pusat pernapasan.

    Pada hakikatnya memang olah napas, disertai olah rasa dan olah raga yang dilakukan secara teratur akan bisa membawa pada proses pencapaian kesempurnaan hidup.

  11. kangBoed permalink
    May 10, 2009 10:04

    hmm.. lirik keatas.. yayaya.. carilah susuhing angin.. sarang angin.. bukan hanya dalam meditasi.. tetapi dalam hidup 24 jam meliputi.. itulah hidup yang meliputi.. hidup yang HIDUUUP..
    Salam Sayang..

  12. May 11, 2009 15:33

    *lirik tanggapan di atas*

    Argumentasi lebih lanjutnya, Mbah? Pemaparan lebih jauhnya.

  13. May 12, 2009 09:34

    @kangboed
    mbok ya dijelaskan lebih lanjut… agar saya dan @frozen bisa lebih paham…
    wkwkwkwk…😀

    • May 12, 2009 10:53

      ikutan nunggu penjelasan Kang Boed😎

  14. kangBoed permalink
    May 12, 2009 18:52

    hmm… *nglirik atas*… *takut salah digamparin*…
    DIAM dalam DIAM pintu masuknya adalah suara desir angin… pertanda keheningan…
    Alangkah lebih baiknya… jika suara desir angin itu meliputi hidup.. menjadikan kita hidup dalam hening cipta.. hening karsa.. hening rasa.. itulah hidup khusyu.. itulah hidup dalam dunia intuisi.. wooooow hilang aku yayaya hilanglah sang diri karena geraknya adalah intuisi…. ooo yayaya saat tiada lagi kepemilikan atas sang diri ini meliputi yang lahir dan bathin…. saat semua menjadi tenang dalam keheningan yang meliputi 24 jam yayaya sungguh indah dan luar biasa….. lepas sudah bebas… tanpa fikir… tanpa rasa perasaan… tanpa rasa…. weleh weleeeeeh hidup yang hidup dan semakin hidup dan tambah hidup.. hahahaha…
    Salam Sayang

  15. May 12, 2009 19:03

    where there is peace, there is life.😎

    @Kang Boed & Illuminationis

    ada itu biksu yg memumi di Jepang katanya. dia lupa bernapas apa sengaja menghentikan napas?:mrgreen:

    • May 12, 2009 19:12

      @ sitijenang
      mana link beritanya?

      yang jelas mumi sudah tidak bernafas, terserah caranya gimana😎

  16. May 12, 2009 19:50

    udah lama banget tuh… liat di discovery channel dulu. masih dalam posisi meditasi. badannya awet selama ratusan tahun.

  17. kangBoed permalink
    May 12, 2009 20:42

    hahahaha… ruaaaaar biasaaaa… *nglirik atas*.. jangan jangan sampeyan maaas.. hihihi.. pingsan.. pernapasan pusar.. weleh weleeeh mas Jenange sakti mandraguna.. *mBah Jenang ajarin dunk*..
    Salam Sayang
    Salam Hormat
    Salam Taklim

  18. May 13, 2009 01:36

    *baca komentar KangBoed*
    *garuk-garuk dagu*
    *mengernyitkan alis*
    .
    .
    .
    *baca komentar Raden Mas Jenang*
    *melongo*
    *bengong 15 detik*
    .
    .
    .
    *balik tidur lagi*

  19. kangBoed permalink
    May 13, 2009 03:30

    *lirik atas*.. hihihi.. *Narsis ON*.. diiiik Arieees.. sekolah dulu yang beneeer.. jangan mikirin macem macem.. kalau dah cape sana gosok gigi *hmm..*.. cuci kaki dulu yaaaaa.. baru deh bobooo.. hahaha.. *kacian deh gue*..
    Salam Sayang

  20. June 5, 2009 00:03

    @ Frozen + Kang Boed😎 saya juga perlu sikat gigi dan pergi tidur sekarang. Sampai jumpa lagi!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: