Skip to content

Belajar dari siapa saja, termasuk anjing

March 18, 2009

dog_eating1Kata orang bijak, belajar sebagai manusia bisa kapan saja, di mana saja, dari siapa saja, termasuk anjing. Begini ceritanya,

Ada kawan saya baru-baru ini mengadopsi anjing, jadilah nambah acara olah raga karena si anjing perlu diajak jalan-jalan (hampir) setiap hari. Saat saya menginap di tempat mereka, saya ikut acara jalan-jalan ke hutan. Manusia dan anjing sama-sama senang.🙂

Cerita punya cerita, di jalan menuju hutan, ada roti busuk tercecer di pinggir jalan. Si kaki empat melihat roti tersebut dan dengan gembira langsung menyantapnya. Keruan yang punya anjing teriak-teriak, “Whoaaa, jangan dimakan! Itu kotor! Kan kamu baru dikasih makan di rumah tadi.” Sambil berusaha menarik roti tersebut dari mulut anjingnya. Sudah bisa ditebak, tentu saja usahanya tidak berhasil.:mrgreen:

Saya yang melihat kejadian tersebut jadi berpikir, jika saya yang menyebut diri sendiri manusia, tidak bisa mengontrol diri (dalam kasus ini, mengontrol makan), apa bedanya saya dengan binatang?

Walaupun dari penelitian ilmiah sudah ada teori bahwa otak manusia paling maju dalam evolusi, tepatnya di bagian prefrontal cortex – bagian untuk kontrol diri -, di dunia nyata saya lebih sering mengamati manusia-manusia mengumbar nafsu boro-boro kontrol diri, tingkah laku normal saja susah. Doe maar gewoon, dan doe je al gek genoeg.😆

Soal kebutuhan mendasar seperti makan, sering kali lihat orang makan karena sekedar iseng, atau karena “kelihatan enak sih” (padahal baru selesai makan 10 menit yang lalu). Makan bukan karena kebutuhan (lapar), tapi karena mentalnya ingin makan. Macan berhenti makan setelah kenyang, tapi manusia malah aneh sendiri, makan terus meski sudah penuh.

Sangat bertolak belakang dengan ajaran spiritual di manapun. Anjuran ini akan terus diulang, “Berhentilah makan sebelum kenyang.” Alasannya kalo dilihat dari kacamata praktek kebatinan, saat kenyang, kesadaran (sama sati, alertness, awarenes) jadi menurun. Jangankan meditasi, kerja pun sulit karena merasa ngantuk. Dilihat dari kacamata sains pun, anjuran para guru spiritual ini sangat masuk akal, karena sinyal “sudah kenyang” dari maag ke otak terlambat (ga tanggung-tanggung) 20 menit!

Jadi solusi (jalan tengahnya) apa dong? Moderation, moderation, moderation.

25 Comments leave one →
  1. Lambang permalink
    March 19, 2009 12:17

    20 menit baru bisa tahu kalau saya kenyang?🙄
    Pengeluaran sperm yg berlebihan juga menghambat kerja pineal gland.

  2. March 20, 2009 04:48

    ..tidak bisa mengontrol diri, apa bedanya dengan binatang?..

    Glek! *keselek*

    ..boro-boro kontrol diri, tingkah laku normal saja susah..

    yg gimana sih yg disebut “normal” itu? 8) Ah, saya normal2 aja kok..:mrgreen:

    karena sinyal “sudah kenyang” dari maag ke otak terlambat (ga tanggung-tanggung) 20 menit!

    Oh! I didnt know that.. *lanjut makan*

  3. March 20, 2009 10:54

    Anjing saya di rumah ada dua. Yang satu hobbynya main.., yang satunya lagi hobby makan…🙂

  4. March 20, 2009 14:49

    Makan bukan karena kebutuhan (lapar), tapi karena mentalnya ingin makan.

    cari jodoh kayaknya juga sama. awalnya pengen yg cuakep, bodi mentereng, stripping dinamis, harta cukup untuk tujuh turunan, baik hati, tidak sombong, cerdas, tulus, ikhlas, … kalo gak bisa tercapai lalu menurunkan standar, turun, dan turun lagi, sampek akhirnya bisa direalisasikan.

  5. March 21, 2009 20:44

    @ Lambang
    bisa kasih referensinya soal pineal gland?

    @ Lumiere
    normal, tidak melebihi takaran:mrgreen:

    @ Mahendra😎

    @ sitijenang
    jadi cari jodoh itu, kebutuhan atau keinginan?

  6. March 22, 2009 15:48

    @ illuminationis
    saya kira gabungan antara pemenuhan kebutuhan dengan pengharapan atas suatu perbaikan.

  7. kangBoed permalink
    March 25, 2009 01:39

    hihihihi……. anjing khan ga kaya manusia lhoooo dipelihara dikasih makan tiap hari mereka setia looo gak pernah mau gigit nyang meliharanya laen sekali dengan golongan manusia yang berotak entu hehehe begitu meleng dikit gigit daaaah hahaha…. jaman uedaaaaaaaan.. hehehe… pernah kenal gak tuh golongan manusia ma jenis entu harus rada hati hati lhooo hihihi…..

  8. March 25, 2009 10:20

    @ sitijenang
    kebutuhan akan apa? akan tempat pulang? atau ada yang lain-lain?

    @ kangBoed
    anjing dan manusia sama-sama berotak, cuma katanya sejalan dengan kapasitas/ potensi otak manusia yang lebih besar, maka kemungkinan untuk ngawur juga lebih terbuka.😎

  9. March 25, 2009 13:06

    @ illuminationis
    kebutuhan naluri biologis, berkembang biak.

  10. March 25, 2009 15:07

    @ atas
    hahaha… jawaban jujur:mrgreen:

  11. March 26, 2009 01:06

    Buka puasa. Kekenyangan. Tidur pulas. Tarawih bablas. Bangun sahur. Kekenyangan. Tidur lagi. Subuh bablas. Bagun kelaparan. Tidur lagi. Zuhur Ashar bablas. Bangun buka puasa lagi. Dan begitu seterusnya.😀

  12. March 26, 2009 01:11

    @ gentole
    cerita pengalaman sendiri nih bro:mrgreen:

  13. March 26, 2009 15:04

    mau dihabisin, (katanya nggak boleh) kenyang
    nggak dihabisin, mubazir

    *mending habisin sekalian*

  14. March 26, 2009 15:06

    Wah, saya senang dengan theme blog ini. Avatar-avatarnya tampil dengan ukuran terbaik.

    *sering2mampir/ah*

  15. kangBoed permalink
    March 26, 2009 18:08

    @ illuminationis
    anjing dan manusia sama-sama berotak, cuma katanya sejalan dengan kapasitas/ potensi otak manusia yang lebih besar, maka kemungkinan untuk ngawur juga lebih terbuka.
    ———————————————————————–
    oooo……. begitu toooh hahaha…… berarti sama sama binatang berakal yayaya… naluri untuk makan dan buang hajat serta berkembang biak tapi perasaan anjing masih pilih pilih ya, dicium dulu pantatnya kalo sama batangan eee ngloyor tuh anjing kalo manusia aya aya wae jeruk makan jeruk hahaha…. *btw maklum tukang kawinin anjing* ….. eh ngomong ngomong mo tanya dikit nih kalu nyang punya hati nurani anjing apa manusia ??? kadang saya bingung lhoooo hihihi…

    • March 27, 2009 16:54

      @ frozen
      ya jangan lupa bagi-bagi rejeki hihihi

      @ KangBoed
      apa tu ya hati nurani?!?:mrgreen:

  16. March 29, 2009 16:11

    sayah malah sering lupa makan😀

  17. March 30, 2009 07:54

    saya sih lebih sering kalah sama anjing
    perut dah kenyang lidah tak pernah puas

  18. March 30, 2009 21:23

    @ almascatie
    wah, kalo saya payah, bukan jam makan pun ingetnya makan melulu:mrgreen:

    @ tomyarjunanto
    tapi anjing dalam cerita ini sama ceritanya dengan kita lho, Mas🙂

  19. kangBoed permalink
    March 31, 2009 22:12

    hihihi…. jaman maju segala maju… sampe sampe kita lupa berteman dengan hati nurani… eee sampe lupa lagi hati nurani… yaitu dia trend masa kini…….

  20. April 15, 2009 07:52

    anjingnya lucu…
    jadi inget dogy yang meninggal 2minggu lalu hiks..

  21. April 22, 2009 10:52

    @ ekaria
    wah turut berduka cita…
    cari yang baru donk

  22. April 30, 2009 05:46

    duh telat mampir… keburu dibrangus pesannya😎

  23. Riri permalink
    April 30, 2009 17:15

    Waaah kemaren ada pesan dari kangBoed kemana ya kok hilang…..kena berangus ya Mas STMJ…gak jujur nih kok makin kelihatan ya kebohongannya… ada UDANG di BALIK BATU…. kang Boed bin Lambang…

    • April 30, 2009 17:29

      @ SJ dan Riri
      iya saya yang melakukan editorial dengan persetujuan komentator.

      Untuk Riri, saya tidak kenal siapa Anda. Kalau ada urusan dengan orang-orang yang disebutkan di komen Anda, tolong dikomunikasikan langsung kepada yang bersangkutan.

      Diskusi dan komentar di blog saya harap mengenai topik postingan saya saja.🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: