Skip to content

Kebetulan vis-a-vis Karma

March 10, 2009

Kemaren saya buka mulut lebih banyak dari biasanya (baca: diundang pesta ulang tahun anak teman jadi ngobrol ketawa-ketiwi ke mana-mana). Saat ada yang ngomong soal “kebetulan x, y, z,” saya tanpa berpikir panjang langsung nyeletuk, “Tidak ada hal yang terjadi secara random.”

Ternyata ada pendengar yang mencatat dalam hati, lalu hari ini saya dikonfrontasi, “Maksudmu kemarin apa ya? Aku waktu di pesta mikir, di rumah mikir lagi, masih belum mengerti.” Waduh… saya bingung harus mulai menjelaskan dari mana?!?

Setelah saya berusaha menjelaskan minimalis tentang konsep kamma-vipaka – kamma (bahasa Pali) = karma (bahasa Sansekerta) – akhirnya saya kasih artikel ini ke ybs, Volition: an Introduction to the Law of Kamma. By Sayadaw U Silananda.

Pengantar singkat di situs tempat mengunduh

What is kamma? The Buddha said: “Oh monks, it is volition that I call kamma.” The popular meaning of kamma is action or doing, but as a technical term, kamma means volition or will. When you do something, there is volition behind it, and that volition, that mental effort, is called kamma. The Buddha explained that, having willed, one then acts through body, speech, and mind. Whatever you do, there is some kind of kamma, mental effort, will, and volition. Volition is one of the fifty-two mental states which arise together with consciousness.

Paragraf pertama dalam artikel tersebut

The subject of this lecture is the law of kamma. Many people who are not born as Buddhists are attracted to Buddhism by the doctrine of kamma because it explains such phenomena as the individual differences among human beings and also why good people suffer in this life.

Topik yang (masih) jadi bahan pusing penganut teodise:mrgreen:

Getting warm? Buat yang tertarik bisa baca dan/ atau unduh dari link di atas.

16 Comments leave one →
  1. March 11, 2009 09:52

    Kok saya merasa depresi yah setiap mampir ke blog ini.😕

    • March 11, 2009 10:54

      Bagian mana yang bikin depresi❓

  2. March 11, 2009 13:10

    bagian di mana saya nggak bisa ngerti apa yang sedang dibicarakan, seolah-olah semuanya susah dimengerti, saya jadi hopeless. kayak kamma ini. entah gimana jadinya kok ribet bener.

  3. March 11, 2009 13:14

    @ gentole
    Sudah baca artikel (pdf) yang saya kasih linknya? Bahasanya sederhana, gamblang. Gampang dimengerti kok!

  4. March 11, 2009 15:14

    jadi inget bagian terakhir Suluk Wujil:

    Kehendak itu, Wujil
    Lebih penting dari pikiran
    Untuk diungkapkan dalam kata
    Dan suara sangatlah sukar
    Kemauan bertindak
    Merupakan ungkapan pikiran
    Niat melakukan perbuatan
    Adalah ungkapan perbuatan
    Melakukan shalat atau berbuat kejahatan
    Keduanya buah dari kehendak

    *btw, tautan bisa dibuka kok*😎

  5. March 12, 2009 22:49

    @ sitijenang
    wah indah… wujil = kehendak?

    ntar saya cek lagi deh tautannya

  6. Dhutanga permalink
    March 13, 2009 10:38

    Toeval is logisch, mevrouw…

  7. March 13, 2009 11:31

    @ illuminationis
    bukan… wujil itu menurut ceritanya nama murid Sunan Bonang. kalo kehendak itu kan karep (rendahan) dan sir (tinggi).

  8. March 13, 2009 17:28

    Ada hubungannya ngga antara kamma, karma dan kamasutra?
    Saya sih senengnya baca yang kamasutra.:mrgreen:

  9. March 14, 2009 00:34

    @ Dhutanga
    Toeval bestaat niet.

    @ sitijenang
    ooo

    @ Lambang
    well… Vatsyayana, penulis Kamasutra, adalah seorang Brahmin yang selibat seumur hidup, jadi jelas dia kenal konsep karma/ kamma tapi ga praktek kama (sutra). Di kalangan para Indologis sendiri, Kamasutra versi asli (bukan versi derivat pendangkalan yang banyak beredar) masuk kategori karya ilmiah. Kalo sekarang bisa masuk bidang ilmu sosial, penelitian tentang kehidupan masyarakat India pada zaman Si Vatsyayana hidup. Cuma 1 bab keciiiillll yang memuat soal gaya kopulasi, selebihnya kayak baca thesis orang antropologi/sosiologi.

  10. March 17, 2009 03:42

    ada banyak pemahaman tentang karma, coba saya buka dulu link-nya

  11. March 23, 2009 11:31

    Tak ada yang kebetulan di dunia ini…
    Diatas kehendak ada Yang Maha Kehendak…
    Semua by design…

    • March 26, 2009 09:36

      @ Mahendra
      sadhu, sadhu, sadhu…

  12. April 16, 2009 04:48

    belum buka link.nya
    tapi bukankah ada hukum keseimbangan ?
    Apa yang kita tabur maka itu yang akan kita tuai ?

  13. April 22, 2009 10:50

    @ ekaria
    ya sama kok, cuma beda terminologi😎

  14. March 28, 2010 07:54

    wah,,,kok jadi bingung begini saya ya??/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: